FANDOM


Chapter 2 Edit

Chibi face

special thanks for : N.Adi.P

Azuma and Hughes Join in Fairy Tail Alkisah di negeri Magnolia, hiduplah dua pemuda tampan, rajin menabung, suka menolong, tenggang rasa, dan semua sifat-sifat baik dalam buku pengantar ilmu Budi Pekerti lainnya, bernama Azuma Irvandi dan Hughes William's.

Dulunya Hughes William's tinggal di dunia lain, sebut saja Edolas. Hughes sangat terkenal di antara batalion-batalion Edolas dan seluruh tetangganya. Setiap hari Hughes William's tidak lupa menyikat gigi, madi dan membersihkan tempat tidurnya. setelah itu ia juga tidak lupa menolong ibunya.

Sedangkan Azuma Irvandi berasal dari magnolia, namun dulunya ia bergabung dengan sebuah Dark Guild kuat, sebut saja Grimoire Heart. Tapi setelah guildnya hancur dan masternya tewas, Azuma pun bertobat. Azuma Irvandi juga mahir melukis. Azuma suka melukis bintang kecil, dilangit yang biru, amat banyak menghias angkasa. Azuma Irvandi ingin terbang dan menari jauh tinggi ketempat bintang berada. Tetapi ketika sudah memakan bangku sekolah, dan khususnya memakan buku fisika. Azuma mendapati terbang ke bintang itu ide buruk. Dia tidak akan bisa bernapas, molekul tubuh lepas karena panas dan dingin yang ekstrim. dan yang lebih HOROR, di luar angkasa tidak ada yang menjual pecel lele, gado-gado, nasi goreng, dan jajanan-jajanan lainnya. Jadi, ketika Azuma Irvandi lapar, dia terpaksa harus balik ke Bumi, INI TIDAK EFISIEN!!

Baiklah mari kita mulai....

setelah 7 tahun guilnya hancur, Azuma Irvandi menjadi gelandangan di pulau tenrou. selama itu pula dia terus berpikir bagaimana cara melanjutkan hidupnya ini. Tiba-tiba terlintas kata-kata terakhir dari masternya, sebut saja master Hades.

"Azuma, dulu master pernah berpikir. Jika suatu hari nanti master meninggal, anggota kuat Grimoire Heart harus bergabung dengan Fairy Tail. Dan aku ingin kau dan Ultear nantinya bergabung dengan guild itu."

"ohh setelah master mati nanti toh.. Jadi, master KAPAN MATINYA??"

mendengar pertanyaan itu, master Hades tekejut dan seketika meninggal.

"Master!!!! bangun master!! jangan tinggalkan Azuma!!! MASTERRRRRRR!!!!!!!"

Dramatis...

Setelah terbangun dari lamunannya itu, Azuma bergegas menuju bandara pulau tenrou (di pulau tenrou ada bandara?), ia membawa barang seadanya, dan uang secukupnya. ia bertekad bergabung dengan guild Fairy Tail.

Beberapa jam kemudia Azuma sampai di BPT (Bandara Pulau Tenrou). Ia langsung membeli tiket pesawat tujuan Fiore. setelah itu melihat jadwal pesawat, pemeriksaan, chek-in dan lain-lain. Setelah semua selesai Azuma langsung ke waiting room, nunggu pesawat datang sekalian internetan di handphone. Tiba-tiba seseorang duduk di sampung tempatnya, badannya biasa saja dan wajahnya imut. cowok. Manusia ini ramah banget. Saking ramahnya, Azuma yang sedaritadi bengong diajak ngobrol terus menerus.

"mau naik pesawat juga bung?"

Di dalam hati Azuma terlintas jawaban, "lo pikir?? secara gue di waiting room bandara gitu, masa mau naik delman?!" tapi jawaban itu dia urungkan karena dianggap tidak sopan.

lalu Azuma menjawab "iya, anda juga kan?"

"ya iyalah, secara gue lagi di waiting room bandara, masa mau naek odong-odong!"

Grrr... Azuma jengkel. Azuma merasa ingin memasukan orang ini ke bagasi pesawat.

Meraka hening sejenak. Tidak ada bahan obrolan. lalu masing-masing balik ke aktivitas. Azuma internetan, orang yang satu itu entah ngapain. Selang sesaat, dia mengajak Azuma ngobrol lagi.

"bung.."

Azuma ngelirik, pasang muka jaim.

"anda lagi ngapain sih? kok ngeliatin benda panjang itu mulu?"

"internetan.."

"ohh.. ehh internetan itu apa?"

WUANJRIIITTTT!! Internetan aja gak tau, betapa noraknya orang ini! pikir Azuma. Ia tertawa terbahak-bahak dalam hati.

"internetan itu kata lain dari NYUCI!"

"ohhh.."

mereka hening lagi. orang di samping kayaknya kehilangan bahan untuk ngobrol.

"bung..."

Ternyata masih diteruskan. Manusia disamping Azuma ini betah banget ngegangguin dia internetan. baiklah, kalau dia nanya terus Azuma cuma akan jawab seadanya. ehh.. baru Azuma bertekad gitu dalam hati, dia nanya lagi.

"bung, pesawat itu kan terbang dan saya gak pernah naik pesawat. misal pesawat kita jatoh gimana??"

Azuma jawab seadanya, "ya, kalo kalo pesawat jatoh ya meledak dan kita mati hangus, dan kalo nyemplung ke laut pasti mati kelelep!"

Satu waiting room menatap Azuma. Lelaki tadi menganga. Waiting room yang tadinya ramai tiba-tiba hening. Azuma ngeliatin kiri-kanan, semua orang menatap azuma dengan tatapan sinar UV lalu berubah jadi sinar X. Tidak lama kemudian, pesawat siap terbang. semua bergegas masuk pesawat. Dan yang amat mengejutkan ternyata pria tadi duduk tepat disamping Azuma lagi. TIdak tahu takdir atau memang mereka dilahirkan untuk selalu bersama (lho??).

Di kepala mereka mulai berkecamuk bayangan horor yang sama. cuacanya mendukung gak ya?? pesawatnya entar jatoh gak ya?? pramugarinya entar masih muda gak ya?? apa jangan-jangan pramugarinya emak-emak??!!

DUUUAAARRR... Pesawat pun lepas landas.

Di tengah perjalanan pria tadi memulai percakapan.

"bung, dari tadi kita ngobrol belum tahu nama. Kenalin, saya Hughes William's asalnya dari dunia lain Edolas, dan tujuan saya mau ke guil Fairy Tail. "

"ohh.. saya Azuma Irvandi, saya juga mau ke Fairy Tail!"

Mata Hughes berbinar-binar. Ia pun memutuskan agar berangkat bersama ke Fairy Tail. Azuma hanya bisa mengangguk pasrah.

2 jam kemudian pesawat pun landing. Keluar dari bandara, Azuma dan Hughes kebingungan tingkat dewa. Hughes tidak tahu sama sekali letak guild Fairy Tail. Sedangkan Azuma, terakhir dia bertemu member Fairy Tail itu 7 tahun lalu. itu pun hanya membernya bukan guildnya!

mereka pun bertanya ke warga sekitar, dan jawabannya sama "lebih baik kalian naik kereta!" Tapi apalah daya tangan tak sampai, Azuma dan Hughes belum pernah naik kereta. Perasaan takut menghantui mereka, karena menurut cerita masyarakat banyak kejadian buruk yang mungkin terjadi. Contohnhya salah naik kereta, mereka bisa nyasar. masih mending kalo nyasarnya deket, tapi kalau nyasarnya malah lintas antar negara?? atau malah nyasar ke Hogwarts? terus gimana kalau mereka dihisapa Dementor??!! (apa pula ini??). Jadi, Waspadalah, WASPADALAH!

Setelah berpikir 15 menit, mereka berdua memilih berjalan kaki sambil bertanya-tanya lagi dengan warga. Satu-satunya informasi yang mereka tahu tentang Fairy Tail, mereka kumpulkan untuk dianalisis. ini adalah info satu-satunya mereka :

- Master guild Fairy Tail itu laki-laki -

butuh beberapa lama sampai mereka memutuskan kalau informasi milik mereka itu TIDAK BERGUNA. mereka pun mulai bertanya pada warga sekitar. Sialnya, informasi yang mereka dapat malah makin menyesatkan. Hughes contohnya, dia bertemu 3 orang pedagang kacang, mungkin lebih tepatnya 2 kucing dan satu orang. Kucing 1 bernama Happy ( sudah pasti anggota FT ), kucing 2 bernama panther lily (dia juga sama, dan lily itu teman Hughes di Edolas dulu, tapi dia bertingkah tidak mengenal Hughes). Dan 1 orang itu ternyata Blue Note teman seguild Azuma dulu, sekaligus musuh kuat Gildarts. saat ditanya, mereka bertiga serempak menjawab Fairy Tail itu "di sana" dengan versi tunjukan tangan berbeda. ada yang ke kanan, ada yang ke kiri, ada pula yang nunjung kacangnya biar dibeli.

Tapi itu belum seberapa. yang paling Absurd jawaban dua orang pengamen bernama Lyon dan Sting (gabungan lamia scale dan sabertooth) yang sedang merasa pujangga. Mereka menjawab "Ikuti saja angin yang berhembus, lalu tanyakan pada rumput yang bergoyang.." Herannya, Azuma dan Hughes malah tampak menitikan air mata haru atas jawaban sableng itu.

Karena tidak ada pilihan lain, mereka pun dengan berat hati memilih jalan pintas (yang menyesatkan). Mereka memilih untuk "mengikuti kata hati". Itu adalah saran mutkhir dari Hughes yang sedang terharu. Hell yeah!!

Berbekal sisa tenaga yang ada, mereka pun berjalan penuh semangat juang. setelah 3 jam berjalan, akhirnya mereka sampai tepat di depan Guild "Fairy Tail".


To be continou.... chapter 3 :D

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.